Kontak Kami

( pcs) Checkout

Buka jam 08.00 s/d jam 18.00 , Minggu & Hari Besar Tutup
Mesin Antrian Sederhana Rp. 16.000.000 Mesin Antrian Touchscreen Rp. 29.000.000 Siap Pekerjaan Ke Seluruh Indonesia Bisa Custom Sesuai Kebutuhan
Beranda » Artikel Terbaru » Display Digital Signage Indonesia

Display Digital Signage Indonesia

Diposting pada 23 July 2018 oleh Rawi Wahyudiono

harga digital signage sandiaga uno harga digital signage sandiaga uno

Harga digital signage Indonesia Rp. 18.000.000 terdiri dari
1. TV 42″
2. Cpu mini
3. Bracket
4. Material instalasi
5. Software
6. instalasi jabodetabek

Media adalah segala bentuk apapun yang bisa menghantarkan pesan dari pemilik pesan ke penerima pesan. Luar ruang adalah lokasi penempatan bentuk penghantar pesan, yaitu berada di luar ruangan atau di luar rumah. Digital adalah sebuah proses pengolahan informasi atau pesan yang tidak menggunakan sistem analog. Sehingga media luar ruang digital adalah adalah salah satu bentuk media yang berada di luar ruang yang proses penghataran pesan menggunakan sistem digital yang menggabungkan fungsi beberapa alat elektronik, yaitu berupa Plasma Screen, LCD Monitor, LED Monitor, dan Projection Screen, untuk dapat mengirimkan pesan berupa berita, hiburan, promosi iklan suatu produk, promosi suatu daerah wisata dan bahkan untuk memperindah tata kota di lokasi umum dan lokasi perorangan di luar rumah. Beberapa orang menyebut media luar ruang digital ini adalah Dynamic / Digital Out Of Home (DOOH) atau Digital Signage.

TEKNOLOGI DIGITAL SIGNAGE

Sign board luar ruang digital yang menggunakan teknologi digital merupakan perkembangan dari media luar ruang sebelumnya yang masih bersifat analog, seperti billboard (papan iklan), spanduk, umbul-umbul, banner, dan baliho. Yang membedakan dari sign board analog dan sign board digital tersebut adalah sistem yang dipakai, apabila pada sign analog masih dengan sistem manual, yaitu mencetak isi informasi baik berupa tulisan, angka, grafik dan gambar di atas media yang berupa kertas, kain atau vinyl, sehingga sign board analog ini memiliki keterbatasan dalam hal bentuk pesan yang dihasilkan tidak bisa berupa animasi, dan apabila ada kesalahan atau akan mengganti pesan, membutuhkan waktu yang lama. Sementara sign board digital menggunakan media elektronik yang berupa plasma screen, LCD monitor, LED monitor, dan projection screen yang di hubungankan dengan sebuah sistem jaringan yang diolah secara digital.

Lars-Ingemar Lunstrom seorang ahli dalam bidang digital board mengatakan bahwa media luar ruang digital ini sangat berbeda dengan media yang lain, karena media luar ruang digital ini merupakan kombinasi dari beberapa teknologi, yaitu kombinasi dari jaringan internet dan sistem broadcast (sistem penghantaran pesan yang memampukan penyebaran pesan ke beberapa titik dalam waktu bersamaan) dalam mengolah data menjadi informasi. Dengan teknologi yang ada juga membuat media luar ruang digital ini mampu menyajikan pesan langsung bisa sampai ke penerima pesan dalam waktu yang sama yang dilakukan dengan sistem streaming, sistem streaming ini bisa menyajikan pesan langsung dari program televisi atau yang diambil dari server internet. Selain itu juga memungkinkan pesan yang disajikan bersifat dinamis, dengan teknologi digital memungkinkan untuk melakukan atau menambahkan kreatifitas dalam penyajiannya sehingga pesan yang disampaikan bisa menarik dan perubahan isi pesan bisa dilakukan dengan sesering mungkin dan secepat mungkin, tidak seperti teknologi sebelumnya.

Lokasi penempatan media luar ruang digital ini bisa di mana-mana, di jalan-jalan (baik di pinggir jalan atau yang menyilang di atas jalan), di jembatan penyeberangan orang, di gedung (baik di dinding gedung atau di depan gedung), di stasiun kereta, di terminal bis, di halte bis, di bandara, di depan restoran atau cafe, di dalam bis, kereta dan pesawat, di hotel, di mall, supermarket, bahkan di toilet umum. Karena posisinya di lokasi-lokasi tertentu sehingga bisa dikatakan bahwa penggunaan media luar ruang ini bersifar direksional, yang bertindak sebagai media primer karena posisinya mendekati penerima pesan yang dituju. Oleh Keith Kelsen lokasi-lokasi ini di kategorikan menjadi 3 yaitu titik lokasi untuk penjualan, titik lokasi dimana banyak penerima pesan menunggu (restoran, rumah sakit, dan lift), dan titik lokasi dimana banyak penerima pesan melakukan transit perjalanan (bandara, terminal dan stasiun).

Media luar ruang digital bisa bekerja mengolah data kemudian menjadi pesan yang dimaksud oleh pemilik pesan adalah atas penggabungan perangkat keras, sistem perangkat lunak dan pesan / isi. Yaitu beberapa perangkat sesuai fungsinya yang dirangkai dalam suatu jaringan internet, yaitu Digital Display Screen, Media Player, Content dan Content Management System.

Digital Display Screen berfungsi sebagai alat dimana kita bisa melihat informasi yang di sampaikan, bisa berupa plasma screen, LCD monitor, LED monitor dan projection screen. Penentuan pemakaian alat ini di sesuaikan dengan luasnya lokasi yang ada, jangkauan yang ditargetkan, dan tujuan penempatannya. Perkembangan ketersediaan layar ini tidak hanya dari ukuran, juga dari resolusi layar, ketajaman informasi yang akan muncul, dan ketahanan layar terhadap situasi di sekitar. Keith Kelsen menyatakan bahwa media ini adalah merupakan layar kelima di dalam hubungannya dengan proses komunikasi. Yang pertama adalah layar film yang berada di dalam bioskop, yang kedua adalah layar televisi yang berada di rumah atau di dalam ruangan kantor, atau tempat menunggu, yang ketiga adalah layar komputer yang berada di kantor atau di rumah dan yang keempat adalah layar handphone yang bisa dibawa kemana mana dan layar kelima yang berada di jalan yaitu luar ruangan atau luar rumah.

Media Player adalah sistem digital yang mengolah data mentah sebagai source menjadi pesan yang siap dibaca, dilihat dan dipahami, yang akan muncul di layar display. Media Player ini dioperasikan menggunakan PC atau laptop dan menggunakan sistem operasi Windows, Linux, Android maupun IOS. Data mentah bisa berupa kata-kata, gambar, angka, grafik, video dan interaktif, yang bisa diolah dengan ukuran yang menarik, bentuk yang menarik, dan kombinasi warna yang menarik. Sistem digital sudah di program sehingga memungkinkan untuk pengolahan data menjadi bentuk pesan terlihat dinamis atau tidak statis seperti terlihat pada media billboard, sehingga bisa menarik perhatian komunikan yang dituju.

Content adalah pesan yang akan di sampaikan, berupa kata-kata, angka, grafik, video, interaktif dan gambar dengan format yang mempunyai resolusi tinggi sehingga bisa di proses di dalam sistem digital dan pesan yang akan disampaikan bisa muncul di layar display. Dengan sistem pengolahan digital ini pesan yang berupa kata-kata, angka, grafik bisa menjadi informasi yang berbentuk scrolling atau animasi, sedangkan untuk yang video format materinya seperti format film atau iklan televisi. Selain itu media luar ruang ini memungkinkan memunculkan pesan yang bersifat interaktif dengan pihak komunikan, sehingga komunikator bisa mendapatkan feedback dari pesan yang disampaikan yaitu berupa layar sentuh dan sensor deteksi. Dalam pembuatan pesan harus memperhatikan bahwa efektifitas media luar ruang adalah visual, sehingga hal yang diperhatikan adalah mengolah informasi yang menarik dengan pemilihan kata dan gambar yang tepat sehingga informasi cepat ditangkap dan dipahami oleh komunikan.

Content Management System adalah sistem jaringan yang menghubungkan dari beberapa titik lokasi media luar ruang digital sehingga bisa dikendalikan dan diatur pemunculan informasi yang disampaikan. Sistem ini membuat operasional pemrosesan dari data sampai pesan menjadi lebih mudah, selain itu karena sistem ini terkoordinasi dengan sistem jaringan, sehingga bisa mengatur waktu pemunculan pesan di lokasi titik media luar ruang digital yang masuk di dalam jaringan tersebut. Dengan demikian pemunculan pesan bisa diatur dalam waktu bersamaan atau dalam waktu yang berbeda. Sistem manajemen konten ini juga memungkinkan pesan diupdate dengan cepat apabila terjadi kesalahan atau ada pembaruan pesan dan bisa dilakukan berkali-kali sesuai kebutuhan komunikator. Dan dengan sistem ini juga memungkinkan dalam satu titik lokasi di munculkan beberapa pesan tidak hanya satu pesan dengan memunculkan secara bergantian. Selain berfungsi sebagai monitor dan koordinator titik-titik yang masuk dalam jaringan sistem ini juga bisa memproduksi isi materi yang sederhana seperti kata, gambar, angka, grafik bisa dibuat dalam animasi sederhana, tetapi untuk materi yang sudah kompleks dalam bentuk film atau video harus dibuat oleh perusahaan tersendiri misalnya production house.

Sumber. Wikipedia

Bagikan informasi tentang Display Digital Signage Indonesia kepada teman atau kerabat Anda.

Display Digital Signage Indonesia | Mesin Antrian Pajak, Mesin Antrian Puskesmas

Komentar dinonaktifkan: Display Digital Signage Indonesia

Maaf, form komentar dinonaktifkan.

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
OFF 14%
Rp 25.000.000 Rp 29.000.000
Ready Stock
SIDEBAR
Chat WA yuk...